Sosok perempuan manis, cantik, seksi (sebut saja hesti) bukan nama asli, yang berstatus janda lantaran ditinggal mati sama sang suaminya, tetap setia dalam menjaga kehormatannya meskipun menjadi seorang janda yang banyak mengundang fitnah sangat sering dialami oleh dirinya, terkadang dengan segala kerepotan didirinya hesti selalu berfikir untuk mencari sosok laki-laki yang bisa diajdikan seorang pemimpin, tetapi masih belum menemukan yang cocok, banyak para hidung belang dari status pekerjaan yang bervariasi mencoba mendekatinya, tetapi hesti hanya bisa memperhatikan serta menilai dan al-hasil belum saja sesuai dengan keinginannya.

Geliat janda sangat bergairah dibandingkan perawan, menurut mereka para pelaku seks bebas (hidung belang) yang mencari kepuasan nafsu biologisnya dengan berselingkuh, saat memandang sosok hesti yang penuh dengan gairah, menjadi janda adalah popularitas tersendiri ditengah lingkup sosial karena janda dekat sekali dengan fitnah, apalagi seorang wanita janda yang bekerja diluar rumah kemudian sering dikunjungi tamu para lelaki hidung belang, ini sangatlah mengundang berbagai macam fitnah dan menjadi buah bibir di masyarakat.

Status sosial yang di jalani sebenarnya bukan keinginannya namun penilaian yang berawal dari status (janda) tersebut membuatnya menjadi incaran para lelaki hidung belang yang ingin merayunya. Inilah masalah sosial yang dihadapi oleh hesti dalam kesehariannya, bahkan hesti sering pulang malam lantaran lembur, banyak para lelaki bukan hanya duda, yang beristri sampai pemudapun ingin mendapatkannya dengan berbagai kesempatan seperti mengantarkan pulang kerja, atau sengaja bermain (apel) kerumahnya.

dari cerita diatas Pengertian penilaian pada seseorang sebenarnya ada pada individu seseorang dalam sudut pandangnya untuk merangkum sesuatu, positif dan negatif suatu yang ternilai berada pada obyek yang diselaraskan dengan pola fikir subyektif (yang menilai).baca juga ini : janda muda diraba

Post a Comment

Previous Post Next Post